Pusdal SOKSI Usulkan Alm. Prof. Dr. Suhardiman, SE, Sebagai Pahlawan Nasional

Jakarta, Perpek Media – Siapa yang menyangka, sosok pria sederhana namun kaya pemikiran akan nasib bangsa ini menjadi salah satu tokoh kunci peta perpolitikan bangsa Indonesia. Lahir di Surakarta pada tanggal 16 Desember 1924, Prof.Dr. Suhardiman, S.E. adalah tokoh yang mewarnai perjalanan politik lewat organisasi karyawan, yang lebih dikenal dengan nama SOKSI atau Sentral Organisasi Karyawan Swamandiri Indonesia. Instuisi beliau sangat kuat, maka tak heran kerap tokoh-tokoh politik dan pemerintahan sering berdiskusi dengan beliau sebelum mengambil keputusan penting untuk negara.

Pemikiran Prof. Suhardiman tterkait politik sudah sangat teruji karena melewati 5 kepemimpinan Presiden, yaitu zaman Hindia Belanda, Zaman Jepang, Presiden Soekarno, Presiden Soeharto dan masa reformasi. Lewat organisasi SOKSI yang dibentuknya, beliau banyak melakukan gerakan besar dengan menekankan pada pengkaderan generasi muda, sebagaimana misi awal SOKSI untuk membendung paham komunisme PKI.

“Pak Suhardiman memang sudah menjadi orangtua bagi berbagai anak muda kader dan khususnya mahasiswa di masa lampau. Karena sering masuk ke kampus dan organisasi kepemudaan dan hubungannya dengan generasi muda, beliau tidak hanya menempatkan diri sebagai orang militer dan komandan, tapi juga sebagai guru, orangtua bahkan teman dan sahabat dalam berbagai pergaulan,” demikian yang disampaikan Valentino Barus selaku Ketua Wilayah Tengah Pusdal SOKSI saat menghadiri Haul ke-5 Prof. Dr. Suhardiman, S.E di makam beliau di Green Village, Cisarua pada 16 Desember 2020.

Sebagai sosok dalam dunia politik yang dianggap sebagai sesepuh, Pak Suhardiman sangat terbuka dan selalu antusias saat berdiskusi tentang pemikirannya akan nasib bangsa dan apa yang bisa beliau sumbangkan untuk negara. “Dalam pandangan beliau, dengan kekayaan alam dan budaya yang luar biasa, mestinya Indonesia bisa mengejar ketertinggalannya untuk menuju masyarakat adil dan makmur jauh lebih cepat dari bangsa lain. Saat bangsa Eropa muncul dengan gerakan revolusi industri dan revolusi Prancis yang bisa mencapainya dalam waktu dua abad, atau Jepang restorasi meiji-nya, Pak Suhardiman justru yakin Indonesia bisa mencapai itu dalam waktu hanya satu abad, yaitu tahun 2045” jelas Valentino.

“Nah, syarat itu mencapai itu menurut beliau adalah masyarakat bisa adil dan sejahtera jika kepemimpinan yang melayani, tangguh, juga sumber daya alam dan sumber daya manusia-nya yang mumpuni” lanjutnya.

Hal itulah yang beliau katakan, sehingga hampir di setiap pemilu Pak Suhardiman membuat broadcasting siapa pemimpin selanjutnya. Pemikiran Pak Suhardiman jauh melampui pemikiran orang pada umumnya.

Kekuatannya memprediksi siapa calon pemimpin negeri ini kerap menjadi berita yang mencengangkan banyak pihak. Sebagaimana yang dikatakan saksi sejarah perjalanan karir politik beliau, Robinson Napitupulu selaku Ketua Wilayah Barat Pusdal SOKSI yang mendengar beliau yangs aat itu duduk di kursi roda dan sambil meneteskan airmata, ”Jaga, kawal dan amankan Pak Jokowi sampai 2024. Jadi dimata saya seorang guru dan patriot yang sejati, tetap memikirkan bangsa ini. Pak Suhardiman selau berorientasi pada bangsa ini” katanya.

Pada kesempatan yang sama saat Haul Ke-5 Prof.Dr.Suhardiman, S.E di Village Garden, Riyad, SH.,MH.,SpN. sebagai Sekjen Pusdal SOKSI mengatakan, “Prof. Suhardiman S.E meminta untuk terus mengawal indonesia ini. Dan beliau berpesan pada kami untuk mengadakan PENDIDIKAN KARAKTER KADER BANGSA yang mana sangat penting untuk menciptakan kader-kader pemimpin ke depan. Nah, saat itu SOKSI dibawah kepemimpinan Bapak Bobby Suhardiman meneruskan juga pada Bapak Ahmadi Nur Supit selaku Ketum Depinas Soksi hasil Munas di Jakarta, maka dibentuklah pendidikan kader bangsa di Bogor yang diisiniasi oleh Bpk. Agun Gunandjar Sudarsa. Dan saat ini Sekjen SOKSI Bapak Mukhamad Misbakhun dan bendaharanya bapak Robert J. Kradinal. Mudah-mudahan pesan dari beliau khususnya mengenai amanat pendidikan kader bangsa akan kami teruskan sampai akhir hayatnya” terang Riyad.

“Karena dengan adanya pendidian kader bangsa bisa memperkuat jiwa nasionalisme kita, khususnya dalam menjaga dan membangun negara RI. Dan satu hal sampai detik ini amanat Prof. Suhardiman S.E, untuk jaga, amankan dan kawal bapak Jokowi hingga 2024 sedang kami laksanakan” tutupnya. (*)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *