Di Kantor Kecamatan Cilincing Akan Dibuat Galeri Mini

Jakarta, Perpek Media – Camat Cilincing Muhammad Andri mengatakan terima kasih kepada panitia sudah melaksanakan kegiatan ini dengan protokol kesehatan yang sudah diberikan pemerintah.

“Sudah empat bulan dilalui sampai pada akhirnya tiba pada hari yang dinantikan, menampilkan pameran hasil pembelajaran anak-anak kelas Jurnalis Cilik,” katanya.

Andri berpesan kepada anak-anak kelas Jurnalis Cilik untuk dapat memanfaatkan dengan baik ilmu yang sudah diberikan dari para pengajar.

“Ilmu yang diberikan ini tidak semua anak dapat. Bisa didatangi kakak-kakak dari jurnalis yang sudah senior dengan ilmu yang banyak tentunya sangat bermanfaat. Jadi lebih penting kita dikasih ilmu daripada kita dikasih barang, karena ilmu tidak akan habis sampai kapanpun,” ucapnya.

Mengingat dunia fotografi semakin hari semakin berkembang, Andri mengaku kagum dengan hasil karya anak-anak kelas Jurnalis Cilik.

“Saya tidak mengira foto dari anak-anak penuh arti, bukan hanya sekedar foto saja tetapi juga menggambarkan realitas. Harapannya kelas Jurnalis Cilik ini dapat terus dilaksanakan dengan konsisten oleh teman-teman semua. Jika diizinkan saya mau pajang di kecamatan,  ingin bikin galeri mini di kecamatan dari hasil foto anak-anak kelas Jurnalis Cilik,” tuturnya.

Sementara Pendiri Jurnalis Cilik Syamsudin Ilyas mengatakan sangat berterimakasih atas dukungan yang diberikan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara.

“Terimakasih atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara, Camat Cilincing, Lurah Kalibaru yang mau menyempatkan diri hadir di Lapangan Futsal RW 013 Kelurahan Kalibaru untuk menyaksikan pameran hasil belajar anak-anak kelas Jurnalis Cilik. Juga kepada masyarakat pesisir di RW 013 RT 13 khususnya orang tua murid telah mempercayakan anak-anaknya untuk belajar selama empat bulan di kelas sederhana ini,” katanya.

Dengan proses pembelajaran selama empat bulan, Ilyas menambahkan perjalanan ini tidaklah mudah.

“Belajar di ruang terbuka telah membuka mata kita semua. Baik anak-anak, kami sebagai pengajar dan teman-teman relawan lainnya tidak lagi terpenjara dalam gedung pendidikan. Kami semua dapat “Bermain, Belajar, Membingkai Imaji” dengan riang gembira di ruang terbuka,” tuturnya. ***

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *