Pasca Banjir, Abrasi Pantai Aceh Timur Mengkhawatirkan

Aceh Timur, Perpek Media – Abrasi pantai sepanjang pesisir Gampong Kuala Peudawa Puntong Kecamatan Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur kian mengkhawatirkan pasca banjir yang melanda 2/3 wilayah itu bersamaan dengan pasang purnama di awal Desember lalu, dan kini abrasi pantai telah mengancam pemukiman penduduk.

Melansir aceh.antaranews.com, bahkan beberapa unit rumah warga juga mulai digerus dan terancam ambruk seperti rumah milik Samiah dan Ismail. Dia mengaku harus mengungsi ke rumah tetangga, karena khawatir tiba-tiba ombak besar menghantam rumahnya, namun siang hari Samiah dan Ismail kembali ke rumah.

“Hanya siang kami tempati, malam kami eksodus ke rumah tetangga. Ini karena abrasi pantai telah sampai di bibir pintu belakang rumah,” kata Samiah, warga Kuala Peudawa Puntong, Kamis (24/12).

Dia berharap, pemerintah tidak tinggal diam melihat kondisi rumah warga disana yang mulai mengancam. Namun sebagai masyarakat diharap para pengambil kebijakan baik di tingkat kabupaten dan provinsi segera melanjutkan pembangunan batu sepanjang pesisir pantai mulai dari Kecamatan Idi Rayeuk hingga ke Peudawa.

“Abrasi pantai yang terus terjadi setiap akhir tahun berkisar antara 40-60 meter. Dua tahun yang lalu halaman belakang rumah kami dengan bibir pantai jaraknya mencapai 100 meter lebih. Tapi sekarang bibir pantai persis di belakang pintu rumah kami,” kata Samiah.

Sementara Ketua Tuha Peut Gampong (TPG) Kuala Peudawa Puntong, Junaidi berharap Gubernur Aceh segera melanjutkan pembangunan batu penahan ombak mulai dari Kuala Peudawa Puntong hingga ke Peudawa.

 “Untuk melanjutkan pembangunan yang sudah ada hanya tersisa 400-500 meter. Tapi jika keseluruhan kecamatan mencapai 4 kilometer,” ujar dia.

Junaidi tidak bisa membayangkan disaat Pemerintah Aceh ‘tutup mata’ dengan ancaman abrasi pantai di Aceh Timur, karena jarak bibir pantai dengan area tambak warga sekitar 100 meter. 

“Disaat abrasi telah menghabiskan pemukiman penduduk disejumlah titik hingga tembus ke tambak, maka pusat pasat Kota Idi akan menjadi ancaman juga,” kata Junaidi. (Red)

*Sumber: aceh.antaranews.com

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *