Sejumlah Warga Minta Majelis Hakim PN Sumber Memberi Putusan Adil kepada Ibu Yang Digugat Anak Kandungnya

Cirebon, Perpek Media – Sidang perkara perdata terkait perebutan harta warisan berupa tanah dan rumah antara anak kandung selaku penggugat melawan ibu kandungnya sebagai tergugat, masih terus berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Sidang pada Rabu lalu telah memasuki agenda pembacaan Duplik dari tergugat 1 hinga tergugat V. 

Duplik tersebut dibacakan dan diserahkan kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Sumber melalui kuasa hukum para tergugat, Ramadi,SH dari Kantor Hukum Ramadi,SH & Rekan.

Adapun tergugat I bernama Bawon Binti Samari merupakan ibu kandung dari penggugat bernama Karniti.

Sementara empat tergugat lainnya adalah saudara kandung penggugat yakni, Darmo Bin Wasma, Casmiah Binti Wasma, Tanipah Binti Wasma dan Damir Bin Wasma.

Dalam Duplik tersebut pada prinsipnya para tergugat menolak semua dalil-dalil Replik penggugat karena dinilai bertentangan dari jawaban para tergugat.

Sehingga atas dasar itu, tergugat memohon kepada majelis hakim menolaknya.

Selain itu para tergugat juga menolak argumentasi penggugat yang disampaikan dalam Replik yakni pada halaman 1,2 dan 3 butir 1s/d 3 dan tergugat tetap berkeyakinan pada jawaban mereka sebelumnya.

Adapun tangkisan dari kuasa hukum penggugat tentang gugatan penggugat yang dinyatakan kabur tersebut, menurut kuasa hukum tergugat tidak beralasan hukum.

Sebab faktanya penggugat mengajukan dua surat gugatan, yakni surat gugatan tertanggal 13 Oktober 2020 dan surat gugatan tertanggal 3 Desember 2020.

Oleh sebab itu para tergugat berpendapat surat gugatan tersebut dua-duanya memiliki kekuatan hukum yang sama maka sudah selayaknya majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Disamping itu, dalam Dupliknya, kuasa hukum tergugat memaparkan jawaban turut tergugat yang menyatakan pernah terjadi atau menyaksikan jual beli antara penjual dengan Wasma Bawon atau mengetahui batas-batas tanahnya, justru menguatkan bukti kepemilikan Wasma Bawon tetapi bukan bukti kepemilikan penggugat, sehingga jawaban ini menguntungkan para tergugat.

Menurut kuasa hukum para tergugat, bahwa apa yang telah diuraikan dalam Duplik atas Replik dari penggugat sebagai bagian yang tidak bisa dipisahkan dengan Rekopensi penggugat.

Oleh karena itu, para tergugat memohon agar majelis hakim menerima Duplik tersebut untuk seluruhnya, menolak Replik dan gugatan penggugat secara keseluruhan atau setidak-tidaknya menyatakan tidak dapat diterima dan menghukum penggugat untuk membayar biaya perkara.

Sebagaimana diketahui, sengketa ini berkaitan dengan tanah dan rumah waris dari  Bawon yang hasilnya harus dibagikan kepada semua ahli waris.

Ahli waris  itu adalah  penggugat dan juga saudaranya yakni tergugat 2 , 3 , 4 dan tergugat 5.

Namun Karniti mengklaim bahwa tanah sawah tersebut merupakan miliknya sendiri. Akibatnya sengketa waris itupun masuk ke ranah hukum hingga berlangsung belasan tahun.

Diperoleh keterangan, sejak sengketa yang panjang itu, Bawon banyak kehilangan harta dan uang oleh oknum pengacara yang diduga mengambil keuntungan pribadi. Sedangkan perkaranya hingga kini belum juga selesai. 

Sejumlah sumber yang mengenal Bawon menyatakan tanah hektaran itu memang milik Bawon. Untuk itu, mereka mengaku kasihan melihat nasib wanita yang berusia 80 tahun itu dan meminta agar nantinya hakim memberikan putusan yang adil bagi Bawon. (Basuki)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *