Sengketa Waris Belasan Tahun, Uang Habis Kini Mak Bawon Menumpang di Rumah Anaknya

Cirebon, Perpek Media – Sungguh malang nasib yang dialami Bawon Binti Samari atau sering dipanggil Mak Bawon.

Nasib buruk dan menyedihkan yang dialami oleh wanita yang berusia 80 tahun ini, ironisnya justru disebabkan oleh anak kandungnya sendiri yang bernama Karniti.

Mak Bawon digugat Karniti di Pengadilan Negeri (PN) Sumber, Kabupaten Cirebon, dan hingga saat ini persidangannya masih berlangsung.

Menurut Mak Bawon yang tinggal di Dusun 03 RT 002/ RW 03 Kelurahan Sumber Lor, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, sengketa waris berupa tanah sawah dan rumah tersebut sudah berlangsung belasan tahun.

Dia mengungkapkan,akibat perkara tersebut selama bertahun – tahun dirinya banyak kehilangan kocek ratusan juta rupiah dan juga kehilangan rumah tinggalnya.

Berdasarkan penuturan Bawon, banyak oknum yang mengatasnamakan pengacara yang menawarkan diri untuk mengurus perkara yang menimpanya, namun hingga sekarang kasus itu tak juga kunjung selesai.

Menurut Bawon oknum-oknum itu hanya menghabiskan uangnya, sementara kasus waris itu tak kunjung berakhir.

Akibatnya tutur Mak Bawon, saat ini dia terpaksa menumpang di rumah anaknya lantaran rumah miliknya telah dikuasai oleh Karniti. Selain itu Mak Bawon juga sudah tidak memiliki uang lagi karena habis untuk membayar jasa sejumlah oknum yang mengambil keuntungan dari perkara yang melanda dirinya.

“Mak sekarang tinggal di rumah anak. Rumah Mak kan udah diambil Karniti. Belasan tahun perkara tidak selesai  duit saya udah habis bayar pengacara dan ngasih orang- orang yang ngaku bisa ngurus tanah Mak. Tapi sampai sekarang enggak beres-beres,” tutur Mak Bawon sambil tak henti-hentinya menangis menceritakan nasib yang dialaminya.

Dahulu kata Mak Bawon, keluarganya merupakan petani dan peternak bebek yang sukses. Almarhum suami Mak Bawon bernama Wasma Bin Walipan meninggal dunia pada tahun 2010.

Harta warisan yang dimiliki Mak Bawon itu sebagian berasal dari almarhum ayahnya dan sebagian lagi dia peroleh dari almarhum suaminya.

Sengketa waris dia dan anaknya itu mulai terjadi ketika suaminya telah tiada. Dia menyebut sengketa waris ini karena ada dugaan dipicu oleh pihak ketiga yang berniat merampas semua harta Mak Bawon. Namun Mak Bawon tidak mau menyebutkan nama pihak ketiga tersebut.

“Sebenarnya Mak udah capek nunggu ini selesai. Mak udah tua dan ingin tenang. Takut Mak enggak ada umur lagi kasus ini belum juga selesai,” kata Mak Bawon.

Mak Bawon berharap kasus ini cepat selesai. Dia juga berharap hakim memberi putusan yang adil. Mak Bawon mengaku yakin hakim akan berpihak kepada kebenaran.

“Mak yakin hakim itu enggak bodoh. Hakim itu pintar dan pasti bisa melihat yang benar. Dan Mak juga percaya Bapak Hakim mengerti siapa sebenarnya pemilik tanah itu,” kata Mak Bawon sambil menperlihatkan surat tanah miliknya.

Kini wanita sepuh itu hanya bisa pasrah dan bersabar menanti keputusan akhir dari perkara melawan anak kandungnya sendiri.

Tampak dari raut wajahnya, orang tua ini seakan tak percaya bahwa dia justru menjadi lawan sang anak di meja hijau.

Meski dalam lubuk hatinya yang dalam, Mak Bawon tidak sampai hati menghadapi anaknya sendiri, namun semua itu terpaksa dia hadapi demi mempertahankan sebuah kebenaran dan haknya selaku orang tua yang telah mengandung serta membesarkan Karniti hingga dia dewasa. (*/PJ)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *