Melalui TMMD Ke 110 Kodim Natuna, Geopark Natuna Menuju Unesco

Natuna, Perpek Media — Program TMMD ke-110 tahun 2021 Kodim 0318/Natuna disambut baik oleh pengelola Geopark Natuna. Terutama dalam mendorong dan membantu Geopark Natuna agar diakui oleh UGG.

Salah satu pengelola Geopark Natuna, Kardiman mengatakan pihaknya merasa terbantu dengan inisiatif Dandim 0318/Natuna Letkol Arm Asep Ridwan. Terkait program pembekalan terhadap Bhabinsa dalam rangka pengenalan Geopark Natuna.

”Ada sekitar 40 Bhabinsa yang akan mendapat pembekalan terkait Geopark Natuna. Kemudian mereka akan membantu mensosialisasikan kepada masyarakat pada umumnya dan pelajar khususnya,” katanya.

Dia menjelaskan, tujuan adanya program tersebut yakni untuk mempercepat persiapan Geopark Natuna menuju UGG.

”Kami dari sisi pengelola belum mampu sepenuhnya untuk menjangkau masyarakat terkait hal tersebut. Sehingga kami merasa sangat terbantu dengan adanya salah satu program TMMD ini,” jelas dia.

Sebagaimana diketahui, TMMD ke -110 Kodim 0318/Natuna menyasar pada satu program fisik dan 14 non fisik. Untuk fisiknya yakni pembukaan jalan antara Dusun Sebayar, Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur menuju Desa Selemam di Kecamatan Bunguran Timur Laut. Dengan panjang 2000 meter dan lebar 9 meter.

”Sementara untuk sasaran non fisiknya berupa penyuluhan ikan air tawar ( BIMTEK) dari Dinas perikanan, Penyuluhan Lingkungan Hidup ( Penanaman pohon ) dari Dinas Lingkungan Hidup,” kata Dandim 0318/Natuna sekaligus Dansatgas TMMD, Letkol Arm Asep Ridwan.

Kemudian Penyuluhan Pertanian dari Dinas Pertanian, Penyuluhan Ketahanan pangan dari Dinas Ketahanan pangan, Penyuluhan pencegahan bencana alam dari Damkar.

”Selanjutnya ada Penyuluhan penanggulangan bencana alam (Praktek) dari Basarnas, Penyuluhan Narkoba dari Polres Natuna, Penyuluhan Hukum ITE dari Kejarai, Penyuluhan Wasbang dan Bela Negara dari Kodim 0318/Natuna,” jelas Dandim

”Adapula Penyuluhan Radikalisme dan Paham Komunis dari Kesbangpol, Penyuluhan Geopark dan Gotongroyong dari Dinas Pariwisata. Penyuluhan Kesehatan ( Stunting Posyandu-Posbindu PTM ) dari Dinas Kesehatan, Penyuluhan KB KES dari Dinas DP3AP2KB dan Penyuluhan Koprasi dari Dinas DisPerindak,” tutupnya.

(Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *