Hari Ibu, Aktivis Perempuan Indonesia Meminta Sahkan RUU TPKS

Jakarta, Perpek Media – Di hari ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember, para aktivis Perempuan Indonesia turun aksi ke Gedung DPR RI di Senayan, meminta agar Rancangan Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) segera disahkan oleh Badan Musyawarah (Bamus) dan Pimpinan DPR RI.

“Kami sebagai perempuan Indonesia tidak lagi merasa nyaman tinggal di negeri ini, apalagi seorang ibu yang mempunyai anak perempuan merasa risih dengan banyaknya tindak kejahatan asusila” ujar Maya Hasan seorang Ibu yang turut aksi, Rabu (22/12/21).

Maya berpendapat, bahwa budaya literasi masyarakat Indonesia yang rendah menjadi salah satu faktor penghambat disahkannya RUU TPKS. “RUU TPKS yang tak kunjung disahkan menimbulkan kerisauan dari berbagai pihak, khususnya penyintas kasus kekerasan seksual. Sementara kami selaku kaum perempuan punya hak untuk hidup nyaman,tenang dan tentram bebas dari segala ancaman kekerasan” ungkapnya.

Lebih lanjut Maya mengatakan, bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini sudah ia laporkan ke Politisi Demokrat Ibu Inggrid kansil, “Beliau berjanji akan segera menyampaikan ke komisi 1 DPR RI juga ke keminfo, tapi sampai saat ini belum ada kabar dari Inggrid Kansil bagaimana kelanjutannya” Katanya.

Dengan maraknya pelaku kejahatan seksual terhadap perempuan dan anak, Perempuan Indonesia berharap Kepada Badan Musyawarah (Bamus) dan Pimpinan DPR RI, agar RUU TPKS segera disahkan.

“Kami berharap, agar kami para perempuan Indonesia tidak lagi merasa ketakutan di negeri ini, dan semoga keminfo juga menindak lanjuti dan tidak lagi mengizinkan para artis-artis Indonesia berpose di medsos yang mengundang kejahatan seksual” harap Maya Hasan. (Antoni)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *