Pemkot Jakut Bersama Sudin LH dan PPLH Tangani Polusi Debu Batubara Dari PT KCN

Jakarta, Perpek Media – Permasalahan polusi debu batu bara dari Pelabuhan PT Karya Citra Nusantara (KCN) Marunda diduga sebagai penyebab masyarakat rumah susun (Rusun) Marunda terjangkit penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit gatal-gatal dan penyakit mata serius.

Keluhan masyarakat Rusun Marunda mengenai debu batubara yang berasal dari pelabuhan PT KCN ditanggapi oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara.

“Kasie Peran Serta Masyarakat (PSM) Sudin LH Jakarta Utara Herry Permana mengatakan, masalah pencemaran polusi debu batubara yang di timbulkan dari PT KCN, sudah dirapatkan di Walikota Jakarta Utara dengan mengundang pihak perusahaan, Sudin LH, Tata Kota, Camat Cilincing, Lurah Marunda dan pihak Pusat Kesehatan Masyarakat(Puskesmas).

Dalam rapat bersama itu, pihak PT KCN diminta memaparkan soal pencemaran polusi debu yang dituding sangat merugikan kesehatan dan kenyamanan bagi warga Rusun Marunda. Dalam paparanya, pihakPT KCN menjelaskan bahwa sumber pencemaran bukan hanya dari PT KCN, ada Kawasan Berikat Nusantara (KBN) dan penimbunan pasir.

“Pihak PT KCN mengatakan perlu dilakukan inventarisasi sumber pencemaran polusi debu tersebut, sebab selain PT KCN ada juga KBN dan penimbunan pasir,” tutur Herry menjelaskan paparan pihak PT KCN dalam rapat tersebut kepada wartawan, di kantor Sudin LH Jakarta Utara.Senin(27-12-2021)

“Herry menjelaskan, penyelesaian masalah debu batubara itu tidak bisa sebentar dan warga Rusun Marunda diharap bersabar. Penanganan saat ini sudah ditangani Kecamatan Cilincing sebab petugas yang akan bekerja melakukan inventarisasi sumber pencemaran, surat tugasnya ditandatangani oleh Camat Cilincing. Walaupun surat tugas ditandatangani oleh Camat Cilincing, namun Walikota akan memonitoring tahapan-tahapan kinerja petugas dilapangan serta sumber pencemaran” jelasHerry.

“Kita akan tetap berusaha, hasil rapat di Walikota maupun hasil rapat di Kecamatan Cilincing pada Selasa (28/12/21) ini, akan langsung kita sampaikan semua kejadian secara lengkap ke Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) Dinas Lingkungan Hidup Pemprov DKI Jakarta,” kata Herry.

Dalam beberapa hari ini petugas yang memiliki sertifikasi di bidangnya, mereka akan punya surat tugas untuk mengindetifikasi permasalahan sesuai hasil rapat di kecamatan.
“Kecamatan harus bisa memahami dari sisi sosial masyarakatnya, kalau Sudin LH maupun PPLH dari sisi bagaimana melihat sumber-sumber pencemarnya. Melihat pelanggaran-pelanggaran apa yang terjadi dan dikembalikan bahwa PT KCN yang bertanggungjawab,” ungkapnya.

Menurut UU No 32 tahun 2009 pasal 1 ayat (2) PPLH adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum.

Dijelaskan Herry, sebelumnya bahwa sesuai data yang diterima dari Puskesmas Marunda disebutkan dari Juli hingga Desember 2021 ini sebanyak 513 warga terkena penyakit ISPA, tapi dokter menyatakan Juli sampai September ada pengaruh Covid -19.

Baru di Oktober hingga Desember pengaruh Covid -19 agak menurun, tetapi terjadi lonjakan pada Desember ini dan tercatat 116 warga terjangkit ISPA. “Jumlahnya ada 127 tetapi 11 orang berada di luar rusun Marunda.(*/Maya)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *