Vaksinasi Merdeka Polda Metro Jaya: Terobosan Akselerasi Vaksinasi Ibu Kota & Kawasan Penyangga

Jakarta, Perpek Media – Pandemi 2021, Polda Metro Jaya telah melahirkan sebuah terobosan akselerasi vaksinasi di wilayah DKI Jakarta & Aglomerasi, melalui Metode Vaksinasi Merdeka. Di tahun 2022, kami akan terus melanjutkan kerja-kerja kemanusiaan dengan Vaksinasi Merdeka, untuk memastikan, seluruh warga DKI dan Aglomerasi, dapat memiliki perlindungan diri melalui vaksinasi, diantaranya Vaksinasi Anak.

“Semoga program vaksinasi ini dapat menjadi jalan untuk mencegah lebih banyak anak yang harus kehilangan keluarga, atau usaha dan pekerjaan masyarakat yang terbengkalai, karena sumber daya manusia yang tidak sehat bahkan harus menghadapi kematian karena Covid – 19,” ujar Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Dr. Didiet Setiobudi

Pertengahan tahun 2021, tepatnya pada Bulan Juni-Juli, Indonesia, tidak terkecuali DKI Jakarta, dihantam gelombang kedua Covid-19, yang kemudian membuat tingkat hunian RS melebihi kapasitas; kebutuhan oksigen yang melonjak; serta antrian pemakaman korban jiwa Covid yang meningkat tajam.

“Pada Bulan Juni tersebut, berdasarkan Data Dinas Kesehatan Provinsi, DKI Jakartta telah menyelesaikan dosis vaksinasi tahap I sebanyak 37,9%. Kondisi inilah yang kemudian mendorong Kapolda Metro Jaya, Fadil Imran, berinisiatif memberikan perlindungan terhadap masyarakat DKI melalui percepatan vaksinasi, salah satunya melalui Vaksinasi Merdeka, pada 1 – 17 Agustus 2021. Sehingga pada perayaan Hari Kemerdekaan tersebut, DKI Jakarta mampu mencapai angka vaksinasi sebesar lebih dari 107%,” ujar Kompol Supriyanto, Kaposko Vaksinasi Merdeka Polda Metro Jaya.

“Kami benar-benar berterima kasih dan bangga dengan masyarakat DKI Jakarta, yang pada pelaksanaan Vaksinasi Merdeka (VM) Tahap I misalnya, berani mempertaruhkan nyawa sebagai petugas vaksin di saat kondisi DKI Jakarta mencekam akibat gelombang kedua. Dalam waktu tiga hari pendaftaran relawan VM I dibuka, jumlah calon relawan membludak hingga mencapai 30 ribu relawan. Dan pada pelaksanaan Vaksinasi Merdeka Tahap III, para relawan perempuan mendominasi hingga sebesar 75% dari jumlah relawan,” seru Kompol Supriyanto, Kaposko Vaksinasi Merdeka Polda Metro Jaya.

VM I hingga III, yang berpegang pada unsur kerelawanan, kedermawanan dan kepemimpinan, berhasil mendorong akselerasi capaian angka vaksinasi hingga 120% di wilayah DKI Jakarta serta capaian minimal 90% di wilayah penyangga (aglomerasi) di akhir November 2021.

“Percepatan ini dapat terjadi, karena metode Vaksinasi Merdeka mampu menghasikan program vaksinasi yang mudah dijangkau warga; masif diselenggarakan di minimal 300 – 900 titik dalam waktu 10-7 hari penuh serta murah dalam penyelenggaraannya, hanya Rp. 1.000 – maksimal Rp. 20 ribu per shoot biaya penyelenggaraan vaksinasi,” tambah Kompol Supriyanto, Kaposko Vaksinasi Merdeka Polda Metro Jaya.

“Metode Vaksinasi Merdeka yang digagas oleh Polda Metro Jaya ini, dimulai dari proses penelitian selama kurang lebih 3 bulan, yang dilakukan bersama akademisi, untuk menelaah perilaku masyarakat terhadap vaksinasi, yang kemudian ditemukan bahwa terdapat tiga hal yang mendorong angka vaksinasi di gelombang kedua belum optimal, karena adanya tantangan teknis, rendahnya literasi serta gempuran mis-informasi,” ujar Devie Rahmawati, Ketua Yayasan Sinergi Vaksinasi Merdeka (YSVM).

Untuk mengatasi hal tersebut, Polda Metro Jaya bersama YSVM, kemudian mendorong penggunaan teknologi digital, sehingga mampu mengelola hampir 50 ribu calon relawan yang berbondong-bondong mendaftarkan diri, hingga kemudian 10.060 relawan terpilih, telah mendedikasikan waktu sebanyak 2.977.760 jam untuk kemanusiaan di Vaksinasi Merdeka I-III, tambah Devie Rahmawati, yang juga peneliti dan pengajar tetap Vokasi UI.

“Kehadiran platform digital-lah yang membuat kompleksitas pengelolaan ribuan relawan, yang bertugas di 2012 titik, dapat berjalan lancar karena relawan bisa memilih titik bertugasnya secara mandiri; Posko VM di pusat, dapat melakukan monitor sebaran relawan by role, by location, dengan titik kordinat; serta fitur absensi dengan validasi QR Code dan Geotag. Sehingga dapat dipastikan dengan akurat, yang melakukan absensi ialah benar-benar relawan yang bertugas,” seru Mila Viendyasari, Pengurus Yayasan Sinergi Vaksinasi Merdeka.

“Keunikan dari metode ini ialah bagaimana, bukan hanya kerelawanan yang hadir, tetapi juga kedermawanan yang kuat dari individu maupun institusi. Sebut saja PT Telkom, yang menjadi tulang punggung dari platform relawan kemanusiaan pertama di Indonesia ini; Gojek, yang selama VM 1-3, terus memberikan dukungan transportasi baik bagi relawan maupun peserta vaksin dari dan ke tempat vaksin; Agung Sedayu Grup, BCA, Bukalapak, Folks Studio, Indika Foundation, Indonesia Pasti Bisa, Kitabisa, Mamikos, PIK 2, PMI, Siloam Hospital, Siberkreasi, Ruang Guru, yang menyuarakan serta meyakinkan publik tentang kehadiran Vaksinasi Merdeka serta memberikan dukungan materi dan logistik,” tutup Rienzy Kholifatur, pembina Yayasan Sinergi Vaksinasi Merdeka. (*/Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *