Inilah Nasib PKL Kotu yang Dipindahkan ke Gedung Tua

Jakarta, Perpek Media – Kawasan Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat, atau lebih dikenal dengan nama Kotu, menjadi salah satu tempat destinasi wisatawan yang banyak dikunjungi, terlebih lagi usai kawasan tersebut direvitalisasi.

Namun, siapa sangka dibalik suksesnya revitalisasi, ternyata berdampak kepada sebagian para pedagang kaki lima (PKL) yang ada di kawasan tersebut.

Sebut saja salah satu pedagang, Amin yang biasa mangkal di Jalan Kunir, ia mengaku harus direlokasi ke gedung tua, padahal kondisi gedung tersebut tidak layak untuk penampungan para PKL.

“Mana mungkin kami pindah kesana, liat saja atap gedungnya aja bocor, belum lagi banjir dikala turun hujan,” kata dia, Selasa (13/9).

Menurut Amin, dirinya dan pedagang lain sudah bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, pada saat peresmian Rusun Kunir beberapa waktu lalu.

“Pak Anies sudah mengiyakan untuk kami bisa bertemu dengan beliau, surat sudah kami kirimkan, tinggal tunggu jadwal pak Anies kapan bisanya,” jelasnya.

Dikesempatan itu, Ketua Pedagang Persatuan Wisata Kota Tua (PERWISTA) Sukari Setiawan menuturkan, bahwa para pedagang yang tergabung dengan Perwista menolak dipindahkan ke gedung tua. Dikerenakan kondisi gedung itu tidak layak digunakan

“Padahal gedung tua saat ini sudah diperbaiki, namun tetap saja belum layak untuk digunakan oleh para pedagang,” keluhnya.

“Pada hancur pak, takut ngeri rubuh, gedungnya belum rapi, atap-atap masih bolong, nanti bagaimana kalau rubuh, bahaya kan, dan posisi etalase juga tidak sesuai kebutuhan pedagang,” jelas Sukari.

Disisi lain, Sukari juga mengungkapkan, bahwa para pedagang juga dibebankan biaya sewa gedung sebesar Rp.800 ribu per bulan.

“Sebulannya bayar Rp.800 ribu.
Dua bulan diawal gratis, kemudian tiga bulan dibayar sekaligus,” cetus Sukari.

“Kami pedagang gak mampu lah jika harus bayar sewa segitu,” cetusnya.

Namun, Sukari bersama pedagang lainnya berkeinginan bisa mendapatkan lokasi lain, yang layak untuk mencari nafkah.

“Saya berharap bisa diberikan tempat yang layak, kami siap dibina kok,” tutupnya. (Ivn/Mai)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.