Aktivis Muslimah : Teknologi Mencerdaskan Generasi Melalui Penerapan Islam sebagai Aturan

Oleh : Sari Ramadani, S.Pd (Aktivis Muslimah)

Medan, Perpek Media – Berbicara soal gadget mungkin tidak asing lagi ditelinga kita. Sebab, gadget sendiri sepertinya sudah menjadi kebutuhan pokok yang ketika tidak ada, maka hampalah dunia. Bukan saja orang dewasa, anak-anak yang belum cukup usia pun candu dibuatnya. Lantas, mampukah kemajuan teknologi yang kita rasakan hari ini dapat mencerdaskan generasi?

Inisiator Gerakan Gadget Sehat Indonesia (GGSI), Prof. Dr. Dr. Ridha Dharmajaya Sp. BS (K) mengajak ratusan siswa SMP Al-Ulum mempersiapkan diri untuk menatap masa depan demi terciptanya generasi unggul lagi berkualitas. Generasi berkualitas menurut Prof. Ridha, yaitu generasi yang sehat dan bermoral. Bukan malah generasi yang cacat dan penyakitan sebab dikarenakan penggunaan gadget yang tidak benar juga berlebihan.

Beliau memaparkan tentang penggunaan gadget yang sesuai berasal dari cara penggunaannya yang membuat tekukan pada leher. Alhasil leher pun dipaksa menanggung beban yang cukup berat selama waktu yang lama dan berulang, tidak hanya sehari, tetapi sebulan bahkan hingga tahunan. Jika ini terjadi pada generasi muda, maka Prof. Ridha menegaskan ke depannya negeri ini akan mewarisi generasi yang gagal. Dalam kesempatan yang sama pula Kepala SMP Al-Ulum, Herry Herwanto, STP S.Pd M.Pd mengaku bahwa saat ini gadget seperti kebutuhan pokok. Sebab, hampir semua kalangan bahkan anak SD sekalipun sudah memiliki handphone (medanbisnisdaily.com, 17/09/2023).

Sungguh, tidak bisa dielakkan lagi jika generasi hari ini lebih mencintai berlama-lama di depan layar smartphonenya ketimbang belajar dan membaca buku. Pantas saja jika mutu pendidikan di negeri ini tergolong rendah, sebab minat baca pun tidak ada. Padahal, buku adalah jendela ilmu, tetapi sayangnya hari ini peran buku sudah digantikan dengan kemajuan teknologi. Di zaman ini orang-orang khususnya para generasi lebih memilih jalan praktis anti ribet dengan belajar melalui smartphonenya. Menggagap smartphonenya lebih tahu sehingga tidak usah lagi membeli buku. Jika sudah begini, benarkah menjauhkan generasi dari teknologi merupakan solusi pasti?

Nyatanya, generasi berkualitas di zaman ini tidak mesti dijauhkan dari gadget dan kecanggihan teknologi, tetapi generasi muda hari ini benar-benar harus dibina dan dipersiapkan secara kepribadiannya agar mereka mampu mengelola gadget tanpa menjadi bebas hingga bablas. Generasi berkualitas sesungguhnya adalah generasi yang memiliki kepribadian Islam di dalam dirinya, tidak berhenti di situ saja, generasi berkualitas pun juga harus bertakwa kepada Penciptanya, serta memiliki kecerdasan intelektual. Jadi, bagaimana mungkin ingin mencetak generasi intelek, tetapi jauh dari teknologi?

Sebenarnya Gerakan Gadget Sehat Indonesia (GGSI) adalah gerakan positif dan tidak salah, tetapi alangkah lebih baiknya lagi jika gerakan ini disertai dengan yang namanya pembinaan pemikiran kepada generasi muda agar hasilnya makin nyata. Sebab, jika hanya melakukan sosialisasi sekali-kali tanpa dibarengi dengan pembinaan secara intensif tidak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap penggunaan gadget pada generasi. Sosialisasi sekali-kali hanya akan dianggap angin lalu dan jauh dari kata perubahan hakiki.

Memang benar jika Islam tidak pernah menolak adanya kemajuan dari teknologi yang terjadi hari ini. Sebab, hukum suatu benda di dalam Islam adalah mubah sebelum ada dalil yang mengharamkannya, tetapi kita harus tahu bahwa dalam sistem Islam yang diterapkan secara keseluruhan, negaralah yang bertugas sebagai penanggung jawab dalam mengurus pembentukan kepribadian tiap-tiap warganya, bukan gerakan massa seperti halnya hari ini. Dalam sistem Islam pula negara akan membentuk generasi agar memiliki kepribadian Islam dengan menancapkan akidah yang kokoh.

Dari pembinaan tadi akan menjadi filter bagi semua orang khususnya generasi agar cerdas memanfaatkan kemajuan teknologi. Sehingga tidak ada lagi yang namanya kecanduan hingga lupa diri. Sistem Islam akan memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk mencetak generasi cerdas lagi bertakwa. Penggunaan teknologi di dalam Islam pun dijadikan alat untuk menyebarluaskan Islam ke seluruh penjuru dunia. Jadi, sudah seharusnya kemajuan teknologi yang ada pun dijadikan sebagai alat untuk lebih taat pada aturan Allah, bukan sebaliknya. Maka, jika ingin menjadi generasi cerdas sudah seharusnya kita mempelajari Islam secara kafah agar tidak buta dengan segala kemajuan yang ada.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ کَآ فَّةً ۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ ۗ اِنَّهٗ لَـکُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah [2]: 208).

Wallahualam bissawab.

Mungkin Anda Menyukai

4 tanggapan untuk “Aktivis Muslimah : Teknologi Mencerdaskan Generasi Melalui Penerapan Islam sebagai Aturan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *